MEDIA INFORMASI KAMPUS STKIP PGRI SUMBAR : INSPIRASI TEROBOSAN MASA DEPAN, Pelindung : Ketua STKIP PGRI Sumatera Barat Dr. Zusmelia, M.Si Penanggung Jawab : Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan Dra. Hj. Mulyati, M.Si Pembina : Yusutria, S.Pdi, M.A, Drs. Nurhuda, M.Pd. Pemimpin Umum : Evan Destadri, Pemimpin Redaksi : Desi Nurmala Sari, Pemimpin Produksi : Handes Setiawan, Pemimpin Perusahaan : Arindi Avisha, Pemimpin Litbang : Debi Ayu Lestari
    COMINGSOON

    .

    Ketua STKIP : PTS Jangan Dipandang Sebelah Mata

    Padang,Medika_Diberlakukan Undang-undang  DIKTI pasal 28 ayat 3 UU No 12/2012tentang Pendidikan Tinggi, yang mana peraturan itu mengharuskan setiap Perguruan Tinggi wajib terakreditasi institusi per 10 agustus 2014. Berarti dalam UU 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi (Dikti) ijazah ilegal jika dikeluarkan kampus yang institusi dan Program Studi (Prodi) -nya terakreditasi. Hal ini berdampak lagi semua Perguruan Tinggi di Indonesia yang belum terakreditasi Institusi, termasuk Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumbar.
         Ketua STKIP Dr. Zusmelia, M.Si, mengatakan "peraturan dari Dikti ini menjadi ancaman serius bagi seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia yang belum terakreditasi institusi, karena jangka waktu yang diberikan terlalu cepat sehingga setiap kampus yang belum terakreditasi institusi harus kejar tayang dalam mempersiapkan akreditasi. Akan tetapi STKIP PGRI Sumbar sebagai institusi yang mencetak calon pendidik bangsa sudah mempersiapkan borang akreditasi yang akan di nilai Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Tujuan itu bagus, akan tetapi dana yang disediakan negara untuk PTS" Ungkap Buk Mel begitu sapaan Ketua STKIP kita ini.
     Tabahnya lagi Buk mel mengatakan, masa transisi peraturan tersebut  sangat lah cepat, mestinya ada tenggang waktu yang mencukupi agar Perguruan Tinggi Swasta (PTS) siap memenuhi semua aturan itu, PTS jangan dipandang sebelah mata, jika sampai per 10 Agustus 2014 ini banyak PTS yang tidak terakreditasi Institusi bagaimana nasib mahasiswa yang jumlahnya  tidak sedikit. Sedangkan UT (universitas terbuka) yang tidak memiliki sarana dan prasarana, masuk kelas hanya satu dalam dua minggu tidak diberlakukan peraturan tersebut? Apakah peraturan ini akan mematikan PTS? Ujar buk mel.
    Tapi untuk STKIP sendiri mengatakan kita optimis akan Trakreditasi Institusi di tahun ini minimal akan mendapat akreditasi Institusi C, Borang  akreditasi institusi yang sudah disusun oleh Tim Borang STKIP PGRI Sumbar segera  akan  di kirim pada bulan maret ini. Salah satu usaha nyata yang dilakukan kampus yaitu dengan membentuk Unit baru d STKIP, yang mana unit tersebut adalah Unit Ketenaga Kerjaan dan Humas, Unit Pengembangan Bahasa dan Toefl, dan Unit kesehatan dan Keselamatan kampus.
     Diakhir wawancara dengan medika Dr.Zusmelia. M.Si kembali mengaskan “kita paham tujuan Dikti bagus memberlakukan peraturan yang menunjang kualitas suatu Perguruan Tinggi, seperti dosen minimal S2, rasio dosen dan mahasiswa harus mencukupi, akan tetapi diharapkan dikti memberi tenggang waktu untuk PTS menyiapkan SDM, tidak mudah berjuang bagi PTS yang dipandang sebelah mata”.(TM-Medika/van)

    KUNJUNGAN TEAM TASK FORCED UNAND INSPIRASI STKIP PGRI

    Padang, Medika_Sekolah Tinggi Ilmu Kegurun dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumbar mengundang Ketua Team Task Forced Universitas Andalas (TTF Unand), yaitu DR. Ir. Uyung Gatot, M.Sc bersama timnya ke STKIP PGRI Sumbar untuk berdiskusi perihal borang akreditasi institusi yang mana Unand sendiri telah selesai melakukan proses akreditasi institusi dan berhasil mendapatkan akreditasi A.
         Acara ini diadakan dilantai 2 gedung D tepatnya diruang sidang, dihadiri oleh Ketua STKIP PGRI Sumbar Dr. Zusmelia, M.Si, selain itu acar kuga dihadiri Wakil Ketua I (Waka I) Bidang Akademik Drs. Nurhadi, M.Si, Waka II Bidang Administrasi Dasrizal, MP, Waka III Bidang Kemahasiswaan Dra. Hj. Mulyati, M.Si, Ketua Prodi selingkungan STKIP PGRI Sumbar, Tim Borang Akreditasi (TBA) STKIP, dan TTF Unand yang hadir. Kedatangan TTF Unand bertujuan agar tim dari Unand dapat berbagi bagaimana cara atau kiat-kiat yang digunakan oleh TTF Unand , sehingga dapat meraih kesuksesan mendapatkan akreditasi institusi dengan predikat A. Selain itu, hal ini bertujuan agar Dikti segera mengunjungi STKIP PGRI Sumbar dan mendapatkan predikat yang diharapkan, yang mana harapan akreditasi institusi STKIP PGRI Sumbar minimal B, begitulah yang disampaikan oleh Dr. Ansofino, M.Si selaku ketua TBA STKIP PGRI Sumbar.
         Acara diawali dengan pembukaan dan kata sambutan oleh Ketua STKIP Dr. Zusmelia,M.Si, yang menyampaikan berbagai hal mengenai profil STKIP itu sendiri.
         Berdasarkan hasil pengamatan wartawan Medika terhadap apa yang disampaikan oleh TTF Unand dapat diperoleh berbagi kiat-kiat yang dilakukan Unand dalam meraih peringkat akreditasi institusi A. TTF Unand menyatakan bahwa ia sudah memulai penyusunan sejak lama dengan rekan kerjanya pak Weri dalam rangka menyusun borang. Penyusunan itu dimulai tahun 2012 dengan memulainya pada pengumpulan data, mengelola dan dokumen.
         Selain itu, kiat-kiat yang dilakukan oleh TTF Unand dalam menyusun borang yaitu dengan cara memakai target untuk kesiapan yang baik. Pertama, borang tidak mengarang atau tidak masuk akal, cara mencari data dan menyususnnya, dan menerima masukan-masukan dari pihak lain. Kedua, menumbuhkan sikap ketelitian dengan cara mempelajari panduan borang sehingga tidak terdapat kesalahan dalam mengartikannya. Ketiga, adakanlah pihak yang mengkoreksinya karena kesalahan ini bisa terjadi dalam bentuk salah ketik dan EYD. Keempat, adakanlah pihak asesor dalam dan luar untuk membaca borang serta mintalah pihak asesor untuk memberikan masukan. Kelima, perlunya kerjasama (dosen ke dosen dan unit kerja) dan kerjasama yang telah dilakukan tulislah dalam bentuk laporan sehingga dapat memperkuat data.
         Berdasarkan kiat-kiat yang telah dipaparkan TTF Unand ternyata TBA STKIP dalam menyususn Nurturing Akreditasi Institusi STKIP PGRI Sumbar masih terdapat kesalahan. Sehingga dengan diadakannya acara ini pihak STKIP PGRI Sumbar dapat memperbaiki dalam penyusunan borang.
         Dengan penuh harapan semoga ilmu yang telah diberikan oleh TTF Unand dapat bermanfaat bagi TBA STKIP PGRI Sumbar, sehingga memperoleh akreditasi institusi yang baik juga. Buk Mel sapaan akrab Ketua STKIP berharap hal ini dapat segera terwujud dengan nilai yang cukup baik seperti yang kita harapkan. Hal ini terlihat dari semangat para TBA dari STKIP disaat diskusi yang ingin memajukan STKIP PGRI Sumbar seperti yang disampaikan Dr. Ansofino, M.Si yang menyatakan bahwa "walaupun tidak bisa mencapai A, yang penting B harus dapat" (TM-Medika/Lona Nopita Sari)

    Universitas PGRI Dalam RESNTRA Perguruan Tinggi STKIP

    Rencana Induk Pengembangan (RIP) dan Rencana Strategi (Renstra) Perguruan Tinggi (PT) merupakan suatu program yang harus  dimiliki oleh suatu PT. RIP adalah rencana yang disusun dalam jangka waktu 15 tahun, sedangkan Renstra adalah rencana terukur yang akan dilaksanakan oleh PT dam jangka 5 tahun.
         Renstra adalah rencana langkah demi lagkah yang lengkap pada akhirnya akan membawa lembaga pada mencapai tujuan akhir sesuai dengan tujuan yang tersirat dalam pernyataan visi dan misi.
         Untuk mencapai target-target sebagaimana dinyatakan dalam Renstra maka dibuat suatu rencana taktis yang berupa pentahapan dan siasat dalam  rangka pelaksanaan Renstra megingat pentingaya faktor Renstra, maka Renstra disusun dengan melibatkan unsur-unsur piminan lembaga (Ketua STKIP, Ketua Prodi, tim Borang, dll).
          Bedasarkan wawancara dengan Tim Borang Akreditasi (TBA) STKIP PGRI Sumbar yang di ketuai Dr. Ansofino, M.Si Rentra yang sudah diketuk palu oleh TBA bersama Pimpinan Kampus, tahun 2014 akreditasi institusi tahun 2015, penguatan Prodi tahun 2016, membuka program Pascasarjana tahun 2017, membuka Universitas PGRI 2017 atau IKIP PGRI.
           Yng menarik dari Renstra ini adalah menuju Universitas PGRI, terlihat dari semua persiapan sarana dan prasarana yang ada dikampus, namun di balik kegembiraan atas rencana menuju Universitas PGRI masalah yang menjadi ancaman besar adalah Akreditasi Institusi, sampai sekarang STKIP PGRI Sumbar belum terakreditasi Institusi.
    Dasrizal, MP mengungkapkan apakah Universitas atau Institusi PGRI itu masih jadi pertanyaan besar ini tergantung kepada DIKTI, yang jelas sekarang kita teguh dengan motto Perguruan Tinggi STKIP “Mencerahkan Dan Mengispirasi Anak Bangsa”
    Menurut SK Dirjen Dikti No. 108/DIKTI/Kp/2001 Universitas minimal memiliki 10 Prodi (prog. S1 dan /atau prog. Diploma, jadi D3 dihitung juga sebagai prodi mandiri) mewakili 3 kelompok bidang ilmu yang berbeda (6 IPA, 4 IPS).
    Kepmendiknas No. 234/U/2000, Pasal 17 Persyaratan perubahan bentuk perguruan tinggi sama dengan persyaratan pendirian perguruan tinggi, dengan ketentuan: Bagi Perguruan tinggi negeri, telah meluluskan sekurang-kurangnya.
          10 (sepuluh) angkatan, bagi PTK telah meluluskan sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) angkatan,dan tidak berkembang menjadi bentuk institut/universitas, bagi PTS telah meluluskan sekurang-kurangnya 5 (lima) angkatan dengan ketentuan semua ujian yang diselenggarakan dalam satu tahun akademik dihitung sebagai satu angkatan ujian.
    Berdasarkan syarat-syarat tersebut, tentu saja STKIP PGRI Sumbar sudah mendekatkan langkah untuk menjadi Universitas PGRI, akan tetapi itu semua tergantung dari tim BAN-PT nantinya.

    Universitas? Mahasiswa Bicara

    Menurut Renstra Perguruan Tinggi STKIP PGRI Sumbar yang  akan berubah nama atau status menjadi universitas di tahun 2018  mendatang menimbulkan banyak argument dikalangan mahasiswa, banyak mahasiswa yang pesimis bahwa kampus PGRI ini belum bisa dijadikan Universitas, hal ini diungkapkan oleh salah satu mahasiswa ekonomi “STKIP PGRI Sumbar belum terakreditasi, taman-taman belum efektif untuk mahasiswa, meskipun ruang dan cara belajar sudah cukup bagus, contohnya jurusan Ekonomi sudah lebih baik dari Ekonomi UNP, namun untuk wisuda STKIP masih “numpang” karena terbatasnya lahan, intinya STKIP belum layak dijadikan universitas “ ujar Hasisdi BP2011, wakil Hima ekonomi, Senin(17/2)
    Ditempat berbeda ,Nelia Adrina BP 2012 Prodi Matematika  mempunyai pendapat berbeda dengan Hasisdi “STKIP sudah layak dijadikan universitas, contohnya dari jurusan Sosiologi saja sudah ada yang wisuda 3,5 tahun yang seharusnya 4 tahun. Kalaukualitas, setara dengan kampus swasta lainnya, meskipun sarana dan prasarana STKIP masih kurang .harapan saya, semoga STKIP lebih unggul dari universitas lainnya dan tamatan bias diterima di lapangan “ ujarnya  yang ditemui di gedung D lantai empat, Senin(17/2).
    Walaupun banyak mahasiswa yang pesimis, namun tidak sedikit juga mahasiswa STKIP yang optimis bahwa  STKIP PGRI Sumbar layak dijadikan universitas. Hal ini terlihat STKIP memang sudah menampakkan perubahan seperti lapangan parkir  yang luas, rapi dan teratur, penghijauan STKIP dengan penanaman pohon-pohon dan bunga, pembuatan kolam yang dibuat di dekat Lobi B, dan pembangunan STKIP Convention Center  adalah beberapa langkah awal mewujudkan  status kampus menjadi universitas.
    “STKIP PGRI layak menjadi universitas dilihat dari segi mahasiswa, dan sarana pra sarananya dalam masa persiapan, walaupun tempat wisuda belum ada tapi akan di buat STKIP conventation center. Harapannya jika STKIP menjadi universitas harus siap menjadi guru yang professional dan system pembayaran cukup satu tahap saja sudah mencakup seperti uang ujian dan lain-lain” Ujar Reni , anggota BEM  yang di temui di sekre BEM Selasa, (18/2). (TM-Medika/Julia Astuti / JumatriNingsih/van)

    STKIP Mempersiapkan Akreditasi Institusi

    Akreditasi Perguruan Tinggi atau lebih sering disebut Akreditasi Institusi. ini merupakan sebuah pengakuan terhadap mutu Perguruan Tinggi di Indonesia. Sesuai dengan UU No. 12/2012, sistem penjaminan mutueksternal dilakukan melalui akreditasi.
         Untuk aturan baru ini himbauan pemerintah sebenarnya sudah lama untuk Akreditasi Institusi suatu Perguruan Tinggi namun karena biaya yang besar banyak Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia yang enggan mengusulkan akreditasi institusi. Akan tetapi untuk sekarang perihal aturan tersebut sudah diwajibkan untuk PTS atau PTN diseluruh Indonesia, hal ini tentu saja membuat PTS/PTN yang belum terakreditasi institusi mulai cemas akan kebijakan tersebut. Sesuai dengan peraturan pasal 28 ayat 3 UU No. 12/2012 tentang pendidikan tinggi per 10 Agustus 2014 mendatang, artinya jika Perguruan Tinggi tidak memiliki Akreditasi Institusi maka kampus tersebut tidak boleh memberi gelar akademik, dengan kata lain tidak bisa mewisuda, begitupun aturan tersebut sudah diwajibkan tentu saja ini berdampak kepada Institusi Sekolah Tinggi Keguruab dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Sumbar.
         STKIP PGRI Sumbar sendiri belum pernah mengusulkan Akreditasi Institusi. Apakah pihak pimpinan akan tinggal diam perihal masalah tersebut?? tentu saja TIDAK!!
         Saat ini STKIP Sudah melakukan langkah besar untuk hal itu. Tim Borang Akreditasi (TBA) sudah di bentuk sejak Desember 2013. Tim tersebut diketuai Dr. Ansofini, M.Si yang kerap disapa Pak Fino yang juga sebagai ketua Prodi Ekonomi.
          Perkembangan kinerja tim hingga saat ini sudah mempersiapkan semua dokumen yang akan di kirim ke BAN-PT pada Maret 2014 ini (bulan kemarin, red). Para tim penyusun Dokumen Akreditasi telah mempersiapkan dengan baik yang terdiri dari Pimpinan Kampus, para Ketua Unit Kampus, para Ketua Prodi, tim penyusun Borang. (TM-Medika/corektor Ndz)

    Perlunya Akreditasi Untuk Perguruan Tinggi

    Status akreditasi suatu perguruan tinggi merupakan kinerja perguruan tinggi yang bersangkutan dan menggambarkan mutu, efisiensi, serta relevansi suatu Program Studi (Prodi) yang diselenggarakan. Dilihat dari pengertian akreditasi tersebut adalah suatu bentuk pengakuan pemerintah terhadap suatu lembaga pendidikan swasta. Saat ini terdapat dua jenis akreditasi yang diberikan oleh pemerintah kepada Prodi di suatu perguruan tinggi, yaitu :
    1. Status terdaftar, diakui, atau disamakan yang diberikan kepada perguruan tinggi swasta.
    2. Status terakreditasi atau Nir-Akreditasi yang diberikan kepada semua perguruan tinggi (Perguruan Tinggi Negri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Perguruan Tinggi Kedinasan).
         Akreditasi perguruan tinggi yang  diterapkan dalam sistem pendidikan nasional dimaksudkan untuk menilai penyelenggaraan pendidikan tinggi. Penilaian itu diarahkan pada tujuan ganda, yaitu :
    1. menginformasikan kinerja perguruan tinggi kepada masyarakat.
    2. mengemukakan langkah pembinaan yang perlu ditempuh terutama oleh perguruan tinggi dan pemerintah serta partisipan masyarakat.
          Organisasi yang bertugas melakukan penilaian dan telah diakui oleh pemerintahan RI sekarang adalah Badan Akreditasi  Nasional Perguruan Tinngi (BAN-PT). apa sih manfaat Akreditasi perguruan tinggi itu ?
    1. Memberikan jaminan bahwa program studi atau suaru perguruan tinggi yang terakreditasi telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh BAN-PT, sehingga mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat dari penyelenggara program studi yang tidak memenuhi syarat. 
    2. Mendorong program studi/perguruan tinngi untuk terus menerus melakukan perbaikan dan mempertahankn mutu yang tinngi. 
    3.  Hasil akreditasi dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam transfer kredit, usulan bantuan dan alokasi dana, serta mendapatkan pengauan dari badan atau institusi yang berkepentingan.
    Jadi Akreditasi suatu perguruan tinggi sangat penting, untuk mendapatkan pengakuan pemerintah terhadap kampus atau perguruan tinggi. STKIP PGRI SUMBAR yang menjadi pilihan saat ini sedang mengembangkan mutu pendidikannya di program studi lainnya. Bukan tidak mungkin STKIP beberap tahun kedepan akan mendapatkan rangking yang lebih tinggi dari perguruan tinggi lainnya,  
    Akreditasi memang menjadi sebuah patokan seberapa bagusnya mutu pendidikan kampus tersebut, serta seberapa kompoten dosen pengajarnya. Namun, semuanya kembali lagi kepada mahasiswa yang bersangkutan, seberapa penting menganggap ilmu yang akan didapat nantinya. Apakah akan berguna untuk hidup kamu? Apakah hanya sebagai nilai untuk sekedar masuk perusahaan besar atau menjadi pegawai negri nantimya?.( Dwi Oktaviantika/TM-Medika)
     

    Iklan

    .